Bayang Yang Tak Terduga


Awalnya aku begitu percaya,
bahwa hatiku cukup luas
untuk menerima seluruh musim yang pernah kau lewati.

Kukira masa lalu hanyalah daun yang telah gugur,
tak lagi memiliki alasan untuk kembali
mengusik teduhnya hari ini.

Namun waktu mengajarkanku sesuatu yang tak pernah kuduga.
Sesekali, ada bayang yang melintas
di antara terang yang sedang kita nyalakan.
Bukan untuk menetap,
bukan pula untuk mengubah arah langkahmu,
hanya jejak lama yang kadang menemukan jalan
untuk kembali mengetuk sunyi.

Aku tahu,
kau telah menutup halaman itu dengan tenang.
Tak ada lagi cerita yang ingin kau lanjutkan,
tak ada hangat yang hendak kau pelihara.
Hanya beberapa urusan yang belum sepenuhnya selesai,
seperti benang lama yang masih harus dirapikan
sebelum benar-benar disimpan.

Lalu mengapa hati ini kadang menjadi begitu kecil?
Mengapa ada ruang dalam dadaku
yang tiba-tiba kehilangan teduhnya,
hanya karena melihat bayang yang bukan milikku
pernah menjadi bagian dari perjalananmu?

Maafkan aku
jika sesekali resah datang tanpa diundang.
Bukan karena aku meragukan langkahmu,
bukan pula karena aku ingin menghapus
jejak yang pernah ada sebelumku.

Mungkin karena aku mencintaimu
lebih dalam dari yang mampu kujelaskan,
hingga sesuatu yang telah lama berlalu
pun masih mampu membuat hati ini
belajar tentang cemburu,
tentang takut kehilangan,
dan tentang bagaimana mencintai
tanpa harus memiliki seluruh masa lalumu.

Sebab akhirnya aku mengerti 
aku tak perlu memadamkan bayang yang pernah ada,
cukup percaya bahwa cahaya yang kau pilih
adalah tempat kita berjalan bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bayang Yang Tak Terduga

Awalnya aku begitu percaya, bahwa hatiku cukup luas untuk menerima seluruh musim yang pernah kau lewati. Kukira masa lalu hanyalah daun ya...