kalimat Aktif dan kalimat Pasif

kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan perbuatan atau dalam keadaan seperti pada kata kerjanya. sedangkan kalimat pasif adalah kalimat subjeknya tidak melakukan perbuatan.
contoh 
aktif - Ani sedang menyapu halaman rumah 
pasif - halaman rumah sedang disapu oleh Ani

tidak semua kalimat aktif dapat dirubah menjadi kalimat pasif. dan sebaliknya tidak semua kalimat pasif dapat diubah menjadi kalimat aktif. sebuah kalimat aktif tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif jika jika memenuhi ketentuan berikut :
  1. predikat kalimat tersebut bukan berupa verba (kata kerja) perbuatan
  2. kalimat tersebut tidak memiliki objek
contoh :
- saya sedang tidur 

majas pertentangan

        majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakan dengan sesuatu yang lain. majas juga bisa diartikan dengan kiasan dan gaya bahasa. bisanya majas digunakan dalam puisi atau pepatah yang sering kita dengar atupun baca, dalam beberapa lagu pun sering yang mengunakan majas karena dengan mengunakan majas bisa terdengar lebih menarik dan menyentuh. 
         majas dikenanl juga dengan macamnya ada majas perbandingan, majas pertautan, dan majas pertentangan, pembahasan kali ini tentang majas pertentangan.

macam-macam majas petentangan 
1. hiperbola yaitu majas yang melebih-lebihkan sesuatu
    contoh : orang tuanya bekerja keras membanting tulang. diartikan dengan tidak kenal lelah
2. litotes yaitu majas yang mengungkapkan sesuatu dengan cara merendah 
    contoh : singgahlah sebentar ke gubug kami . diartikan sebagai rumah
3. ironi yaitu majas sindiran halus 
    contoh : rapi sekali rambutmu, tidak punya sisir rupanya 
4. paradoks yaitu majas yang menyatakan seolah-olah berlawanan dengan pendapat umum    atau        kebenarn, tetapi kenyataan mengandung kebenaran.
    contoh : ia merasa kesepian di Jakarta yang ramai ini. kondisi perasaan misal sedang sakit hati, atupun tidak punya teman.

kata kajian dan kata populer

      kata kajian adalah kata-kata yang biasanya digunakan dalam karangan ilmiah misalnya dalam makalah, skripsi, tesis dan laporan observasi dan sebagainya, kata kajian pada umumnya berasal dari bahasa asing, dan masih asing ditelinga masyarakat. 
contoh : artistik, evaluasi, metode, intensif, potensi dll
sedangkan kata populer adalah kata yang sering dan populer ditelinga masyarakat
contoh : indah, cara, kemampuan. dll
perhatikan kalimat dibawah ini 
  1. puluhan jenis pusaka dan beberapa kereta yang berusia ratusan tahun tetapi masih sangat kuat dan artistik menjadi daya tarik para pengunjung
  2. puluhan jenis pusaka dan beberapa kereta yang berusia ratusan tahun tetapi masih sangat kuat dan indah menjadi daya tarik para pengunjung.
     kata bercetak miring dalam kalimat (1) termasuk kata kajian dan pada kalimat ke (2) termasuk kata populer

Kata kajian dan kata populer 

No
Kata kajian
Kata popular
1
Desain
Bentuk
2
Partisipasi
Ikut serta
3
Kapasitas
Daya tamping
4
Metode
Cara
5
Potensi
Kemampuan
6
Observasi
Penelitian
7
Polusi
Pencemaran

KATA UMUM DAN KATA KHUSUS

Kata umum adalah kata yang cakupan, ruang ligkup, dan pemakainnya lebih luas
kata Khusus adalah kata yang cakupan, ruang lingkup, dan pemakainnya lebih sempit 

Contoh 


NO
KATA UMUM
KATA KHUSUS
1
MELIHAT
MENONTON
MENATAP
MENGINTAI
MENGINTIP
MELOTOT
2
JATUH
TUMBANG
TERBAN
TERJUN
3
KENDARAAN
MOBIL
MOTOR
SEPEDA
KERETA
PESAWAT
KAPAL
PERAHU
BECAK
4
BUAH
NANGKA
NANAS
SEMANGKA
APEL
DLL
5
SAYUR
WORTEL
KUBIS
BAWANG
SELEDRI
DLL
6
SUKU
JAWA
SUNDA
BATAK
ASMAT
DAYAK
7
ALAT POTONG
PISAU
GUNTING
GOLOK
GERGAJI
PEDANG
BELATI
8
MEMOTONG
MENGIRIS
MEMENGGAL
9
MEMBAWA
MENJINJING
MENGANGKAT
MEMIKUL
MEMBOPONG


KATA ULANG

Kata ulang adalah kata yang mengalami pengulangan baik sebagian maupun seluruhnya. kita mengenal beberapa macam kata ulang yaitu, kata ulang murni, kata ulang sebagian, kata ulang berimbuhan, dan kata ulang variasi bunyi,kata ulang semu. coba kita uraikan masing-masing macam kata ulang 
  1. kata ulang murni yaitu kata ulang yang tidak berubah sama sekali, tidak ada perubhan bunyi ataupun ketambhan imbuhan contohnya : pohon-pohon, bunga-bunga, jalan-jalan, makan-makan. dll
  2. kata ulang sebagian yaitu kata ulang yang hanya sebagian kata dasarnya saja yang diulang contoh : berteriak- teriak, bernyanyi-nyanyi, menari-nari
  3. kata ulang berimbuhan yaitu kata ulang yang memiliki bentuk kata dasar berupa kata dasar contoh : pandang-pandang-an, boneka-boneka-an, kuda-kuda-an pandang-me-mandang 
  4. kata ulang variasi bunyi yaitu kata ulang yang bunyi nya berubah antara kata yang pertama dengan kata yang ke dua contoh, compang-camping, sayur-mayur, bolak-balik.
  5. kata ulang semu, sebenarnya kata ulang semu bukan bukan merupakan kata ulang karena bukan bentuk dari dasar kata, contohnya kupu-kupu, kura-kura, ubur-ubur

KATA BERIMBUHAN (AFIKS)

Imbuhan adalah satuan gramatikal terikat yang di dalam suatu kata memiliki kesanggupan melekat pada  satuan-satuan lain untuk membentuk kata atau pokok kata baru. misalnya kata pengunungan. kata ini terdiri dari dua unsur, yaitu gunung yang merupakan kata dan pen-an merupakan satuan terikat yang disebut imbuhan. dalam bahasa indonesia dikenal beberapa imbuhan yaitu awalan, akhiran, sisipan dan awalan akhiran.
  1. Awalan ( prefiks) yaitu imbuhan yang ada pada awal kata. contoh : me - makan, se - tebal, membaca, me - nulis.
  2. Akhiran ( sufiks ) yaitu imbuhan yang ada pada akhiran kata. contoh : ratus -an, puluh - an, makn - an, lalui-i
  3. Sisipan ( infiks ) yaitu imbuhan yang bisanya berada didalam kata. ada beberapa imbuhan sisiapan, yaitu  :( 1 ) el contoh: jajah - jelajah, geber - geleber, luhur - leluhur, sidik - selidik, tapak - telapak, tungkup - telungkup (2) sisipan er contoh : sabut - serabut, suling - seruling, gendang - gerendang, kudung - kerudung (3) sisipan em contoh : cerlang - cemerlang, jari - jemari, kuning - kemuning, kilau - kemilau, kelut - kemelut, serbak - semerbak (4) sisipan ah contoh : dulu - dahulu, basa - bahasa (5) imbuhan in contoh : kerja - kinerja, sambung - sinambung.
  4. awalan - akhiran ( konfiks/simulfiks) yaitu imbuhan yang berada pada awal dan akhir kata contoh : di - laku -kan, di -pelajar-i, mem-bosan-kan, men-dengar-kan

mencintaimu begitu melelahkan

mencintaimu begitu melelahkan 
logika dan hati tak pernah sejalan 
merindukanmu seperti siksaan
yang terkadang tak bisa aku singkirkan
ketika kau berbuat salah
hati selalu bisa memaafkan
tapi logika selalu berkata
" marahlah bukankan kamu selalu mengalah..."
 ketika kau membuatku menangis 
hati selalu bisa meredam 
tapi logika...
" kenapa menangis ... kamu terlihat lemah"
ketika kau membuattku kecewa
hati selalu bisa bersabar 
tapi logika.....
" sampai kapan kamu bertahan.. ? "
ketika aku hampir menyerah 
hati bergumam 
" bukankah kamu mencintainya, bertahanlah "
tapi logika...... 
" menyerah saja bukankah kau selalu kecewa
bukankah kau sering menangis,berhenti saja "
ya.. mencintaimu begitu melelahkan
mengaharpkanmu butuh kesabaran 
bisa memilikimu seperti hayalan 
beginikah cinta......??

manhia hassan
05 September 2014


sepertinya aku salah jalan

hubungan ini memang berawal dari jalan yang salah, aku mengambil keputusan dengan dengan terburu-buru, ketika itu aku sedang patah hati, kekasihku... bukan, yang pasti dia adalah calon suamiku dimasa lalu telah mengkhianatiku, saat itulah dia datang dengan sejuta kasih sayang yang yang sangat aku rindukan, dia membawa harapan dan mimpi tentang masa depan akupun mengambil keputusan untuk berhenti dengan calon sumiku dan memulai cerita baru dengan dia.
diawal hubungan mulai terjadi pertengkaran disana-sini, tapi aku masih wajar karena mungkin dia takut kalau aku menganggapnya hanya sebagai pelarian saja, tapi aku selalu meyakinkannya kalau aku akan menjadikan dia sebagai tujuan akhir hidupku, dulu ketika aku menjalin hubungan dengan calon suamiku, melalui hubungan jarak jauh karena aku harus melanjutkan study ku dikota lain, jadi tak ada masalah aku bergaul dengan siapapun, karena kepercayaan yang diberikan itulah aku sangat menghormatinya, tapi ketika menjalin hubungan dengan dia aku mulai sesak karena aku baru merasakan ada seseorang yang benar-benar ada disampingku. senang memang, tapi aku belum terbiasa, dia memperlakukan aku dengan sangat hati-hati, dia mulai melarangku berteman dengan laki-laki. walaupun kenyataannya temanku dengan teman dia sama karena kita memang satu kampus , akupun mulai menjauh, pergaulankupun terbatas, dia pun mulai menghapus kontak teman laki-lakiku, entah diseluler ataupun dimedia sosial. tak bersisa satupun. tak terkecuali teman laki-laki terbaiku, tempat berbagiku pun hilang entah kemana.
hampir beberapa bulan kita sering bertengkar, pertengkaran tanpa masalah itu yang ku simpulkan pada saat itu. tapi aku tetap akan bertahan mungkin itu salah satu sisi lain yang ada pada dirinya. dan aku bertekad untuk bisa merubahnya, lambat laun akupun mulai sayang dan tak akan pernah melepaskannya, selalin sisi itu bagiku dia adalah sosok yang bijaksana. keyakinankukupun semakin bertambah ketika keluarga kita setuju dengan hubungan kita, akupun semakin yakin akan langkahku.
dan aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
setelah lulus, aku mulai memikirkan kelanjutan masa depan hubungan aku dengannya, aku mulai bermimpi membangun keluarga kecil yang bahagia, dan saat itu tak ada masalah apapun dalam mimpiku. karena dia pun mempunyai mimpi yang sama denganku, aku senang. setiap kali dia mulai merancang kehidupan masa depan, dan aku tak mau segera berlalu dengan percakapan ituu yang bagiku sangat menyenangkan. dan memberikan semnagt tersendiri untukku.
akhirnya kesepakatan pun dimulai, aku harus rela menunggu 2 tahun untuk mewujudkan mimpi indah membentuk keluarga kecil, aku mengerti karena pada saat itu memang aku merasa umurku belum cukup. dan aku ingin dia melanjutkan study yang lebih tinggi, aku sangat mendukungnya. dan aku tak mau memngganggunya. 2 tahun waktu yang cukup bagiku untuk menunggu, dan 2 tahun itu hampir selesai aku mulai tak sabar menunggu waktu itu.
tapi selama 2 tahun itu keluarganya  tak pernah membicarakan sama sekali tentang pernikahan walaupun dia sering membicarakannya. dan tiba-tiba ayahnya menyuruhku untuk menunggu lebih lama tak tanggung-tanggung aku diminta menungggu 5 tahun lagi, bagaikan disambar petir aku mendangar itu aku mulai menangis dan pikiranku mulai tidak karuan, mimpiku hancur berkeping-keping, aku membanyangkan 5 tahun lagi bagaimana aku nanti? aku tua? dan aku harus mengubur harapan ayahku melihat aku bisa berkeluarga dengan cepat dan usiakupun sudah matang untuk menikah.
pertemuan keluargapun dilakukan, mencari jalan tengah, tapi pertemuan ini malah membuatku semakin tidak yakin akan jalanku. keluargaku tetap mempertahankan pendapat kalau tak ingin menunggu lebih lama lagi, dan keluarganyapun tetap dengan pendiriannya, sakit rasanya ketika mendengar alasan kenapa harus menunggu lama, katanya ditakutkan kalau natinnya kuliahnya terganggu karena memang dia diminta untuk melanjutkan lagi, kelurga ku memberikan pilihan untuk dinikahkan tapi aku dan dia tak hidup bersama, aku tetap dirumah dan dia tetap kuliah. jadi tak ada pihak yang menunggu.tapi pendapat itu justru ditolak mentah-mentah ayahnya beranggapan kalau pilihan itu malah membuat ayahnnya menghidupi 2 keluarga. aku semakin sedih mendengarnya.
kenapa bisa setega itu, apa keluragnya tidak berfikir aku ini perempuan, perempuan tidak seperti laki-laki yang bisa menikah kapan saja. aku mulai frustasi dan peretmuan ini tak mengahsilkan apa-apa. aku malu dengan kelurgaku......
beberapa minggu kemudian dia mulai bisa meluluhkan hati ayahnya , restupun mulai didapat, ayahnya berubah fikiran, dan ayahnya tetap memberikan dana buat study dan memberiakan izin menikah 
walaupun mendengar kabar itu hati tettap tak tenang, karena memang belum ada keluarganya yang datang lagi untuk membicaraknnya , cuman dia datang seorang diri menemui keluargaku, dan keluargaku belum yakin benar telah mendapat izin dari orang tuanya, dan akal tetap menyangkal kalau ini tak benar, aku berfikir ribuan kali tetapi tetap hasil yang aku fikirkan aku tak mau menikah dengan keadaan salah satu keluarga merasa terpaksa, itu tak akan bagus nantinya. aku mulai mempermasalahkan ini, aku mulai bertengkar. dan aku mulai menyalahkan keadaan yang tak pernah berpihak kepadaku.
pucakanya semalam aku pancing dia untuk biccara sebenarnya dan ternyata dia dia lebih condong kepada keluargnya dan dia merasa terpaksa dan didesak oleh keluargaku, akupun sedih dan sudahlah akhiri saja semuanya aku ingin melupakannya. aku mulai menyibukan diri dan aku mulai tak mau memikrkan ini semua.
aku ingin pergi ketempat yang jauh agar aku bisa melupakan semuanya.....

bersambung................

Ledakan yang Mengalir Sunyi

Ada gemuruh yang tak sempat menjadi guntur, Ada bara yang dipaksa padam sebelum melantur. Bukan karena lara hati ini luruh berserakan, Ta...