Di antara hiruk-pikuk dunia yang bising,
Seringkali kita lupa pada detak yang masih seiring.
Mengabaikan sapa, menunda peluk yang seharusnya erat,
Seolah esok masih menjanjikan waktu yang berlipat.
Kita sering lupa,
Bahwa kehadiran adalah sebuah tamu,
Bukan sebuah kepastian yang selalu menunggu.
Jangan biarkan egomu membisukan kata sayang,
Sebelum segalanya hanya menjadi bayang-bayang.
Sebab kehilangan adalah pencuri yang paling lihai,
Tak butuh izin, tak peduli jika hatimu belum usai.
Ia datang tanpa mengetuk pintu kesiapan,
Mengubah hangatnya tatap menjadi dinginnya kenangan.
Hargailah mereka yang masih bisa
kau sentuh jemarinya,
Yang masih bisa kau dengar tawa dan keluh kesahnya.
Karena saat waktu menarik garis akhirnya,
Tak ada lagi kata "nanti" yang bisa menyelamatkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar