KALIMAT LANGSUNG DAN KALIMAT TIDAK LANGSUNG

Berdasarkan ada atau tidak adanya unsur asli seperti apa adanya ucapan orang ketiga, kalimat dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. 
  1. kalimat langsung   
Kalimat langsung adalah kalimat yang memberitahukan bagaimana ucapan yang dikatakan oleh orang ketiga seperti apa adanya. bila ditulis, ucapan asli itu diapit oleh tanda petik.          
 contoh : 
·       " Di mana sepatu baruku ? "  tanya jaka respati 
·       " Angkat barang itu, " perintahnya " dan bawa masuk !" 
·       " Dapatkan kamu berenang?" kata bu marfuah                                                                
  1. Kaliamat tidak langsung
Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang menyampaikan isi atu maksud yang dikatakan oleh orang ketiga. Tidak menirukan langsung seperti apa adanya.
Contoh :
·         Jaka respati meanyakan dimana sepatu barunya
·         Dia memerintahkan agar saya mengangkat dan membawa masuk barang itu.
·         Bu marfu’ah bertanya apakah saya dapat berenang

KALIMAT TUNGGAL (SEDERHANA) DAN KALIMAT MAJEMUK

berdasarkan jumlah klausanya, kalimat dapat dibedakan menjadi kalimat tunggal dan kalimat majemuk. klausa merpakan satuan bahasa yang setidak-tidaknya mengandung unsur predikat. pada kalimat tunggal dapat ditemukan satu klausa (berarti hanya ada satu predikat). sebaliknya, pada kalimat majemuk dapat ditemukan lebih dari satu klausa.
contoh : 
  1. harimau menangkap mangsa 
  2. monyet memberi dukungan 
  3. harimau menangkap mangsa dan monyet memberi dukungan 
kalimat (1) dan (2) adalah kalimat tunggal karena masing-masing terdiri dari satu klausa. kalimat (1) berpredikat mengkap, sedangkat kalimat (2) berpredikat memberi. kalimat (3) sebagai hasil penggabungan kalimat (1) dan (2), adalah kalimat majemuk, karena terdiri dari dua klausa. dalam kalimat majemuk, antara klausa satu dengan klausa lain terdapat hubungan yang bermacam-macam. berdasarkan hubungan antar klausanya, kalimat majemuk dibedakan menjadi dua, yakni (1) kalimat majemuk setara dan (2) kalimat majemuk bertingkat.
  1. kalimat majemuk setara. kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang klausa-klausa anggotanya memiliki hubungan setara (sederajat). hubungan kesetaran itu dapat berupa hubungan penambahan, hubungan perlawanan, dan hubungan pemilihan.                                     contoh : acaranya meriah dan tamunya banyak                                                                    kalimat tersebut terdiri dari dua klausa, yang dihubungkan dengan kata dan.
  2. kalimat majemuk bertingkat.kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat majemuk yang hubungan antara klausa-klausanya bertingkat. salah satu klausa menjadi bagian dari klausa yang lain, atau menduduki fungsi tertentu bagi klausa lain. klausa yang lebih tinggi kedudukannya disebut klausa induk (induk kalimat), sedangkan klausa yang lebih rendah kedududukannya, karena hanya menduduki fungsi tertentu bagi klausa induk disebut klausa bawahan (anak kalimat).                                                                                                        contoh : hani merayakan ulang tahunnya ketika kami pergi ke subang.                                    hani merayakan ulang tahunnya adalah klausa (1), dan kami pergi ke subang adalah klausa (2) dari contoh kalimat itu dapat kita ketahui bahwa hubungan antara klausa (1) dengan klausa (2) tidak sederajat. klausa (1) mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dari klausa (2) karena hanya berfungsi sebagai keterangan waktu bagi klausa (1). bila urutan klausa itu dibalik menjadi " ketika kami pergi ke subang hani merayakan ulang tahunnya" maka fungsi klausa (2) tetap sebagai keterangan waktu bagi klausa (1).

kalimat Aktif dan kalimat Pasif

kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan perbuatan atau dalam keadaan seperti pada kata kerjanya. sedangkan kalimat pasif adalah kalimat subjeknya tidak melakukan perbuatan.
contoh 
aktif - Ani sedang menyapu halaman rumah 
pasif - halaman rumah sedang disapu oleh Ani

tidak semua kalimat aktif dapat dirubah menjadi kalimat pasif. dan sebaliknya tidak semua kalimat pasif dapat diubah menjadi kalimat aktif. sebuah kalimat aktif tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif jika jika memenuhi ketentuan berikut :
  1. predikat kalimat tersebut bukan berupa verba (kata kerja) perbuatan
  2. kalimat tersebut tidak memiliki objek
contoh :
- saya sedang tidur 

majas pertentangan

        majas adalah cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakan dengan sesuatu yang lain. majas juga bisa diartikan dengan kiasan dan gaya bahasa. bisanya majas digunakan dalam puisi atau pepatah yang sering kita dengar atupun baca, dalam beberapa lagu pun sering yang mengunakan majas karena dengan mengunakan majas bisa terdengar lebih menarik dan menyentuh. 
         majas dikenanl juga dengan macamnya ada majas perbandingan, majas pertautan, dan majas pertentangan, pembahasan kali ini tentang majas pertentangan.

macam-macam majas petentangan 
1. hiperbola yaitu majas yang melebih-lebihkan sesuatu
    contoh : orang tuanya bekerja keras membanting tulang. diartikan dengan tidak kenal lelah
2. litotes yaitu majas yang mengungkapkan sesuatu dengan cara merendah 
    contoh : singgahlah sebentar ke gubug kami . diartikan sebagai rumah
3. ironi yaitu majas sindiran halus 
    contoh : rapi sekali rambutmu, tidak punya sisir rupanya 
4. paradoks yaitu majas yang menyatakan seolah-olah berlawanan dengan pendapat umum    atau        kebenarn, tetapi kenyataan mengandung kebenaran.
    contoh : ia merasa kesepian di Jakarta yang ramai ini. kondisi perasaan misal sedang sakit hati, atupun tidak punya teman.

kata kajian dan kata populer

      kata kajian adalah kata-kata yang biasanya digunakan dalam karangan ilmiah misalnya dalam makalah, skripsi, tesis dan laporan observasi dan sebagainya, kata kajian pada umumnya berasal dari bahasa asing, dan masih asing ditelinga masyarakat. 
contoh : artistik, evaluasi, metode, intensif, potensi dll
sedangkan kata populer adalah kata yang sering dan populer ditelinga masyarakat
contoh : indah, cara, kemampuan. dll
perhatikan kalimat dibawah ini 
  1. puluhan jenis pusaka dan beberapa kereta yang berusia ratusan tahun tetapi masih sangat kuat dan artistik menjadi daya tarik para pengunjung
  2. puluhan jenis pusaka dan beberapa kereta yang berusia ratusan tahun tetapi masih sangat kuat dan indah menjadi daya tarik para pengunjung.
     kata bercetak miring dalam kalimat (1) termasuk kata kajian dan pada kalimat ke (2) termasuk kata populer

Kata kajian dan kata populer 

No
Kata kajian
Kata popular
1
Desain
Bentuk
2
Partisipasi
Ikut serta
3
Kapasitas
Daya tamping
4
Metode
Cara
5
Potensi
Kemampuan
6
Observasi
Penelitian
7
Polusi
Pencemaran

KATA UMUM DAN KATA KHUSUS

Kata umum adalah kata yang cakupan, ruang ligkup, dan pemakainnya lebih luas
kata Khusus adalah kata yang cakupan, ruang lingkup, dan pemakainnya lebih sempit 

Contoh 


NO
KATA UMUM
KATA KHUSUS
1
MELIHAT
MENONTON
MENATAP
MENGINTAI
MENGINTIP
MELOTOT
2
JATUH
TUMBANG
TERBAN
TERJUN
3
KENDARAAN
MOBIL
MOTOR
SEPEDA
KERETA
PESAWAT
KAPAL
PERAHU
BECAK
4
BUAH
NANGKA
NANAS
SEMANGKA
APEL
DLL
5
SAYUR
WORTEL
KUBIS
BAWANG
SELEDRI
DLL
6
SUKU
JAWA
SUNDA
BATAK
ASMAT
DAYAK
7
ALAT POTONG
PISAU
GUNTING
GOLOK
GERGAJI
PEDANG
BELATI
8
MEMOTONG
MENGIRIS
MEMENGGAL
9
MEMBAWA
MENJINJING
MENGANGKAT
MEMIKUL
MEMBOPONG


Bayang Yang Tak Terduga

Awalnya aku begitu percaya, bahwa hatiku cukup luas untuk menerima seluruh musim yang pernah kau lewati. Kukira masa lalu hanyalah daun ya...