malam maafkanlah aku
saat ini aku sendiri membisu
tak dapat menemanimu
untuk melewati malam yang kelabu
mengakhiri kisah pilu
entah mengapa tangis ini tak mau berhenti setelah aku mengetahui
bahwa sekarang ia tak sendiri lagi
harapan yang dulu pernah tercipta
kini habis tak bersisa
kemudian mati begitu saja
menjadi serbuk-serbuk abu
yang dapat hilang tersapu oleh angin
inilah hati yang lebur dan hancur
tanpa kepingan sedikitpun
untuk dapat ku susun
by
manhia hassan
Menulis untuk melepaskan, merangkai kata untuk merelakan. Menemukan kedamaian dalam setiap ketetapan Tuhan. Selamat datang di ruang kontemplasi dan sajak-sajak sederhana
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Di Balik Centang Abu yang Membatu
Di layar kecil ini, harapku mulai mengerut, Menatap baris pesan yang seolah tersangkut. Rangkaian kata "Mohon izin, Ibu..." ...
-
BAB I RUKUN IMAN Beriman atau percaya kepada rukun iman adalah kewajiban setiap mukmin. Lantas apa yang dimaksud rukun iman? Kata...
-
Kata umum adalah kata yang cakupan, ruang ligkup, dan pemakainnya lebih luas kata Khusus adalah kata yang cakupan, ruang lingkup, dan pemak...
-
HOMONIM, HOMOFON, HOMOGRAF POLISEMI PEYORASI, AMELIORASI, SINESTESIA, PERLUASAN MAKNA, PENYEMPITAN MAKNA materi pelajaran Bahasa Indon...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar