Menulis untuk melepaskan, merangkai kata untuk merelakan. Menemukan kedamaian dalam setiap ketetapan Tuhan. Selamat datang di ruang kontemplasi dan sajak-sajak sederhana
Hujan......
hai langit.............
mengapa kau terus menangis
jika kau terus menangis
tanah kami akan tenggelam
biarkan matahari tersenyum
dan menggantikan tangisanmu
sehari saja.................
agar kami bisa sedikit bernafas
bolehkan kami tahu?
mengapa kau selalu menangis?
apakah kau marah?
dan tangisanmu adalah teguran ?
jika iya.........
maafkanlah kami
kami tahu...
kami mahluk yang tak tau berterimakasih
karena....
jika kau lama tak menangis
kami mengeluh
dan mulai meminta mu menangis dengan segala cara kami
dan jika kau sudah menangis dan tangis mu tak kunjung berhenti
kami pun mengeluh
dan mulai menangis sepertimu
kami tau kau pun bingung...................
Indramayu Januari 2014
Manhia hassan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Di Balik Centang Abu yang Membatu
Di layar kecil ini, harapku mulai mengerut, Menatap baris pesan yang seolah tersangkut. Rangkaian kata "Mohon izin, Ibu..." ...
-
BAB I RUKUN IMAN Beriman atau percaya kepada rukun iman adalah kewajiban setiap mukmin. Lantas apa yang dimaksud rukun iman? Kata...
-
Kata umum adalah kata yang cakupan, ruang ligkup, dan pemakainnya lebih luas kata Khusus adalah kata yang cakupan, ruang lingkup, dan pemak...
-
HOMONIM, HOMOFON, HOMOGRAF POLISEMI PEYORASI, AMELIORASI, SINESTESIA, PERLUASAN MAKNA, PENYEMPITAN MAKNA materi pelajaran Bahasa Indon...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar