Rinduku Hanya Sebatas Al-Fatihah
Di kursi kayu tempatmu biasa bersandar,
Kini hanya ada sepi yang menetap
sabar.
Aku masih sering menoleh ke arah
pintu,
Berharap langkah kakimu pulang
menemui rinduku.
Dulu, duniamu dan duniaku adalah
satu,
Berbagi tawa dan peluh di setiap
waktu.
Kini, jarak kita sejauh langit dan
bumi,
Meninggalkan jejak kenangan yang
takkan mati.
Aku belajar mengikhlaskan tanpa
melupakan,
Meski sesak seringkali datang tak
tertahankan.
Tak ada lagi suara yang bisa kudengar
nyata,
Hanya bayangmu yang masih menetap di
pelupuk mata.
Kini cara mencintaimu telah berubah
rupa,
Tak lagi lewat sentuhan atau tutur
sapa.
Setiap kali rasa rindu datang
menyesakkan dada,
Akupun bersimpuh, melangitkan doa-doa
mulia.
Sebab aku tahu, hanya ini jalan yang
tersisa,
Menemuimu di dalam sujud dan
heningnya doa.
Tenanglah di sana, wahai belahan
jiwa,
Rinduku kini hanya sebatas
Al-Fatihah.
Komentar
Posting Komentar